Bali United Menang 3-1, Dua Kartu Merah di Kanjuruhan

Bali United menang 3-1 atas Arema pada Sabtu 31 Oktober 2026 di Stadion Kanjuruhan. Dua kartu merah keluar untuk pemain tuan rumah: Alfeandra Dewangga pada menit 74 dan Julian Guevara di masa injury time. Skor akhir mengangkat Bali ke 16 poin dan menahan Arema di 9.

Stadion Kanjuruhan, 15 September 2010
Kanjuruhan, 15 September 2010. Foto Nur Cholis, CC BY-SA 3.0. Bukan cuplikan 31 Oktober 2026.

Sebelum tendangan pertama, Bali punya 13 poin dari tujuh laga: empat menang, satu imbang, dua kalah, gol 18-6, selisih +12. Arema juga 9 poin, tetapi dari tujuh laga dengan dua menang, tiga imbang, dua kalah, gol 11-9, selisih +2. Keduanya belum masuk pekan kedelapan. Satu sore di Malang mengisi baris itu sekaligus.

Skor dan dua kartu merah

Arema kalah 1-3. Bali mencetak tiga gol dan kebobolan satu. Dua pemain tuan rumah diusir. Dewangga menerima merah pada menit 74. Guevara menerima merah di injury time, setelah pelanggaran terhadap Teppei Yachida. Dua pengusiran itu bagian dari laga yang sudah final, bukan dari babak yang masih berjalan.

Menit gol tidak dikunci di laporan ini. Yang dikunci adalah skor 1-3 dan dua kartu merah itu. Arema menutup laga dengan sembilan pemain. Bali menutupnya dengan kemenangan tandang dan selisih gol yang melebar.

Buat klasemen, akibatnya langsung. Bali menjadi main 8, menang 5, imbang 1, kalah 2, gol 21-7, selisih +14, poin 16. Tiga gol tamu menambah jumlah gol dari 18 menjadi 21. Satu gol tuan rumah menambah kebobolan dari 6 menjadi 7. Selisih naik dua angka, dari +12 ke +14, karena mereka unggul dua gol pada hari itu.

Arema tertahan di sembilan

Arema menjadi main 8, menang 2, imbang 3, kalah 3, gol 12-12, selisih 0, poin 9. Satu gol yang mereka cetak tidak menambah poin. Tiga gol yang kebobolan mengubah selisih dari +2 menjadi 0. Mereka tidak jatuh ke angka yang lebih rendah, tetapi mereka kehilangan bantalan gol yang sempat memisahkan mereka dari tim dengan poin yang sama.

Di 9 poin sekarang ada tiga tim. Arema selisih 0 dan 12 gol. Borneo, yang belum menambah laga pada Sabtu, selisih -1 dari 6 pertandingan dan 9 poin. PSM, yang kalah 0-1 dari Madura di Parepare, selisih -4 dan 9 poin. Urutan di antara mereka mengikuti selisih gol: Arema, Borneo, PSM. Head-to-head tidak dipakai.

Bali, sebaliknya, naik ke papan yang rapat. Madura United juga sampai di 16 poin pada hari yang sama, lewat kemenangan 1-0. Keduanya menang lima kali, imbang sekali, kalah dua kali. Yang memisahkan mereka adalah selisih: Bali +14 dengan 21 gol, Madura +3 dengan 13 gol. Bali di atas Madura.

Papan atas yang mendadak rapat

Persija tetap 18 setelah kalah 1-2 dari Dewa United. Dewa naik ke 17. Bali 16. Madura 16. Persita 15 setelah menang 5-1 atas Persik. Lima tim itu hanya terpisah tiga angka. Bali yang sempat 13 dan berjarak lima angka dari Persija kini berjarak dua.

Selisih gol Bali adalah yang terbesar di liga pada tabel ini, +14. Persija yang memimpin punya +10. Dewa +3. Jika Bali dan Persija suatu saat imbang poin, selisih gol Bali yang lebih besar menaruh mereka di atas. Itu belum terjadi. Persija masih unggul dua angka, dan dua angka harus diambil di lapangan, bukan di kolom selisih.

Persebaya dan Persib sama-sama 13 dan tidak bermain Sabtu. Keduanya masih bisa menyalip Persita, dan bahkan menempel Bali, jika menang pada jadwal mereka berikutnya. Persib punya kesempatan itu Minggu 15.30 WIB lawan Isenmulang. Arema tidak punya laga susulan pada Minggu untuk memperbaiki 9 poin ini.

Yang tidak ikut berubah

Java United tetap 10. Bhayangkara tetap 11. Persik jatuh selisihnya ke -2 tetapi poinnya tetap 10, karena mereka juga kalah pada hari yang sama di tempat lain. Dua hasil kalah pada Sabtu, Arema dan Persik, tidak saling menggeser karena poin mereka berbeda.

Dasar klasemen tidak bergerak. Garudayaksa 5, PSS 4, Isenmulang 3, PSIM 2, Persijap 2. Arema di 9 masih enam angka di atas Garudayaksa. Tekanan zona bawah belum sampai ke Malang. Yang sampai adalah selisih gol yang habis dan dua pemain yang absen pada laga berikutnya karena kartu merah, sesuai aturan akumulasi yang berlaku di luar tabel ini. Tabel hanya mencatat hasil dan angka.

Selisih yang sekarang jadi senjata

+14 adalah selisih gol terbesar di BRI Super League pada tabel Minggu pagi ini. Persija yang satu peringkat di atas grup 16 poin punya +10. Jika Bali menyamai 18 poin Persija pada pekan-pekan berikut, selisih itu menaruh Bali di atas tanpa perlu membandingkan pertemuan langsung. Itu skenario, bukan urutan hari ini. Hari ini Persija masih 18 dan Bali 16.

Madura yang ikut 16 punya +3. Dua kemenangan pada hari yang sama, 3-1 dan 1-0, menghasilkan poin yang sama dan selisih yang jauh berbeda. Tiga gol di Kanjuruhan bernilai sama di kolom poin dengan satu gol di Parepare, lalu bernilai lebih besar di kolom selisih. Itulah sebabnya Bali ada di atas Madura meski poinnya imbang.

Arema masih punya 9 poin dan selisih nol. Enam angka ke Garudayaksa yang 5. Tiga angka ke Persik dan Java United yang 10. Dua kartu merah tidak mengubah baris itu, tetapi mengurangi pemain yang bisa dipakai pada laga berikutnya. Tabel tidak mencatat skuat. Tabel mencatat 1-3, 16 poin, dan 9 poin.

Angka lengkap ada di klasemen BRI Super League. Urutan memakai poin, lalu selisih gol, lalu jumlah gol. Laga Minggu siang belum masuk.

Scroll to Top