Como mengalahkan Lens 9-1 pada matchday keempat fase liga Liga Champions, Kamis 5 November 2026 dini hari WIB. Douvikas mencetak hat-trick pada menit ke-7, ke-32, dan ke-57, sementara Paz, Da Cunha, Kempf, Liberali, Baturina, dan Papaccioli menambah enam gol lain. Lens hanya membalas satu gol lewat Aguilar pada menit ke-65.
Sembilan gol tandang dalam satu laga membuat hasil ini masuk kelompok skor paling ekstrem yang kami lihat di fase liga musim ini. Como membawa pulang 3 poin dan selisih gol +13, sedangkan Lens pulang dengan kekalahan telak. Kami menulis semua gol dengan menit yang sudah kami verifikasi, dan kami menandai bagian yang belum pasti.

Sembilan gol, satu per satu
Douvikas membuka skor pada menit ke-7. Ia menambah gol kedua pada menit ke-32, lalu Paz mencetak gol ketiga pada menit ke-40. Setelah 40 menit, Como sudah unggul 0-3 di markas lawan.
Babak kedua berjalan lebih buruk bagi Lens. Da Cunha mencetak gol keempat pada menit ke-47, Kempf menyusul sekitar menit ke-53, dan Douvikas melengkapi hat-trick pada menit ke-57. Liberali menambah gol ketujuh pada menit ke-62, sehingga skor menjadi 0-7 sebelum satu jam permainan selesai.
- Menit 7: Douvikas, 0-1.
- Menit 32: Douvikas, 0-2.
- Menit 40: Paz, 0-3.
- Menit 47: Da Cunha, 0-4.
- Sekitar menit 53: Kempf, 0-5.
- Menit 57: Douvikas, 0-6.
- Menit 62: Liberali, 0-7.
- Menit 65: Aguilar untuk Lens, 1-7.
- Menit 69: Baturina, 1-8.
- Menit 90+1: Papaccioli, 1-9, dengan catatan VAR pada gol itu.
Kami menulis menit gol Kempf dengan kata “sekitar”, karena catatan kami belum memastikan menit tepatnya. Kami juga menandai bahwa gol Papaccioli melibatkan VAR, tetapi kami tidak menulis detail keputusan wasit yang belum kami verifikasi.
Douvikas memimpin pesta
Douvikas menjadi pemain paling menonjol malam ini. Tiga golnya datang pada menit ke-7, ke-32, dan ke-57. Rentang itu menunjukkan bahwa Lens tidak sekadar kecolongan di satu momen, melainkan kesulitan menahan ancaman yang sama selama hampir satu jam.
Kami tidak menambahkan statistik tembakan atau penguasaan bola, karena catatan kami tidak memuat angka itu. Yang pasti, Como mencetak sembilan gol lewat tujuh pencetak gol berbeda. Distribusi itu menunjukkan bahwa Como menyerang dari banyak jalur, bukan dari satu pemain saja.
Fabregas dan Como yang bermain tanpa beban
Cesc Fabregas melatih Como, dan hasil ini menjadi malam yang sulit Como lupakan di Liga Champions. Como bermain tandang, tetapi mereka mencetak gol pertama pada menit ke-7 dan tidak pernah memberi Lens kesempatan masuk ke laga.
Kami tidak mengutip pernyataan Fabregas, karena kami belum memverifikasi konferensi pers resmi. Kami juga tidak menulis formasi atau susunan pemain, karena catatan kami tidak memuat daftar itu. Anda bisa mengikuti perkembangan Como melalui klasemen liga.
Kemenangan tandang bersejarah
Sumber kami menyebut hasil ini sebagai kemenangan tandang bersejarah di Liga Champions. Kami menulis kata “bersejarah” dengan hati-hati: kami tidak mengklaim rekor spesifik, seperti kemenangan tandang terbesar sepanjang masa, karena kami tidak memegang tabel statistik lengkap untuk membuktikannya.
Yang bisa kami nyatakan dengan pasti adalah angkanya. Sembilan gol tandang dan selisih delapan gol dalam satu laga fase liga memberi Como dorongan besar pada hitungan selisih gol. Selisih itu bisa menentukan urutan ketika beberapa tim memiliki poin sama.
Tabel setelah matchday keempat
Como naik ke 9 poin dengan selisih gol +13. Di tabel yang kami pegang, Como berada di urutan keempat dan memimpin kelompok tim berpoin sembilan berkat selisih gol itu. Di depan mereka, Paris Saint-Germain dan Real Madrid membawa 12 poin, lalu Arsenal membawa 10 poin.
Di barisan 9 poin, Como bersaing dengan Barcelona, Aston Villa, Manchester City, Liverpool, Club Brugge, Sporting, Betis, dan Dortmund. Kelompok itu sangat rapat, dan satu laga seperti ini bisa mengubah urutan sekaligus. Kami menyusun semua hasil malam ini di rekap hasil UCL matchday 4 dan menampilkan jadwal laga di jadwal UCL malam ini.
Setiap tim memainkan delapan laga di fase liga, dan Como masih memiliki empat laga tersisa. Delapan tim teratas lolos langsung ke babak 16 besar, sementara tim di peringkat 9 sampai 24 masuk babak play-off. Dengan 9 poin dan selisih gol terbaik di kelompoknya, Como berada di posisi yang kuat, tetapi posisi itu belum menjamin apa pun.
Lens pulang dengan pelajaran pahit
Lens tidak menyerah setelah tertinggal 0-7. Aguilar memperkecil skor pada menit ke-65, dan gol itu memberi tuan rumah satu momen cerah di tengah malam yang gelap. Namun Baturina dan Papaccioli menutup laga dengan dua gol tambahan, sehingga skor akhir menjadi 1-9.
Kami tidak menulis analisis kesalahan taktik spesifik Lens, karena kami tidak memiliki data detail tentang susunan pemain, kartu, atau pergantian. Kami hanya menulis fakta yang kami verifikasi: Lens kebobolan sembilan gol, mencetak satu gol, dan kehilangan kesempatan menambah poin. Kami membahas dampak hasil ini pada klub dan konteks Ligue 1 di artikel terpisah.
Pola gol yang layak Anda perhatikan
Beberapa pola muncul dari sepuluh gol di laga ini:
- Como mencetak tiga gol sebelum menit ke-41, sehingga laga praktis menjauh dari Lens pada babak pertama.
- Como mencetak empat gol antara menit ke-47 dan ke-62, yaitu empat gol dalam kurang dari 16 menit.
- Lens mencetak satu-satunya gol pada menit ke-65, lalu Como membalas dengan dua gol tambahan.
Pola itu menunjukkan bahwa Como terus menekan, bahkan ketika skor sudah sangat jauh. Tim yang unggul 0-7 sering mengurangi intensitas, tetapi Como mencetak dua gol lagi setelah Aguilar memperkecil skor.
Konteks sepak bola Prancis dan Italia
Hasil ini mempertemukan dua liga dengan karakter berbeda. Como mewakili Italia, dan Lens mewakili Prancis. Kami tidak menarik kesimpulan tentang kekuatan dua liga dari satu laga, karena satu skor ekstrem tidak mencerminkan kualitas kompetisi secara keseluruhan.
Pada malam yang sama, PSG sudah mengamankan 12 poin setelah menang 0-6 atas Villarreal pada malam sebelumnya. Anda bisa membaca ringkasan laga itu di hasil Villarreal vs PSG. Dua tim Prancis dengan nasib sangat berbeda menunjukkan bahwa fase liga tidak memberi jaminan kepada siapa pun.
Satu catatan tentang foto
Foto di artikel ini menampilkan Stade Bollaert-Delelis, stadion kandang Lens, arsip Wikimedia Commons. Foto itu hanya ilustrasi klub, dan kami tidak menyatakan foto itu berasal dari laga Lens melawan Como. Kami menulis keterangannya dengan jujur supaya Anda tidak mengira foto itu menangkap momen malam ini.
Penutup
Como mengalahkan Lens 9-1 lewat hat-trick Douvikas, gol Paz, Da Cunha, Kempf, Liberali, Baturina, dan Papaccioli, sedangkan Aguilar mencetak satu-satunya gol Lens. Como naik ke 9 poin dengan selisih gol +13, dan Fabregas membawa timnya ke posisi kuat di fase liga. Kembali ke halaman kami setelah laga berikutnya untuk membaca hasil dengan angka yang kami verifikasi.
Tabel yang dipakai situs ada di Klasemen Liga Champions.
