
Indonesian Premier League — Brighton and Hove Albion menggilas Crystal Palace 5-0 di American Express Stadium, Minggu (18/10/2026). Tiga gol lahir dalam sepuluh menit pertama: bunuh diri Jaydee Canvot menit ke-4, Diego Gomez menit ke-7, dan Yasin Ayari menit ke-10. Charalampos Kostoulas menambah menit ke-49, Jack Hinshelwood menutup menit ke-84.
Derby Sussex ini menjadi salah satu hasil paling berat bagi Palace musim ini. Brighton mengumpulkan 16 poin dari catatan 5 menang, 1 imbang, dan 1 kalah. Di papan atas, Manchester City tetap di depan dengan 21 poin dan Arsenal 18. Brighton mengumpulkan 16 poin dan mengejar City serta Arsenal.
Gol pertama datang dari tendangan bebas Pascal Gross. Jaydee Canvot menyundul bola ke gawangnya sendiri, melewati Walter Benitez. Tiga menit kemudian Diego Gomez melepaskan tembakan dari sekitar garis tengah yang melewati kiper Walter Benitez. Itu gol jarak jauh yang langsung menjadi sorotan highlight pekan.

Ayari membuat 3-0 pada menit ke-10 lewat tembakan pertama yang mendapat bantuan belokan bola. Palace belum sempat menyusun ulang blok pertahanan. Fabian Hurzeler melihat timnya memimpin tiga gol sebelum seperempat jam berjalan, sesuatu yang jarang terjadi di derby.
Babak kedua tetap berjalan cepat. Kostoulas mencetak gol menit ke-49 dari jarak dekat setelah bola jatuh di kotak penalti. Hinshelwood, yang masuk menggantikan Gross, menyelesaikan tendangan dari jarak sangat dekat pada menit ke-84. Skor akhir 5-0.
Expected goals Brighton berada di kisaran 1,98 berbanding 0,75 milik Palace menurut catatan laga. Angka itu menunjukkan Palace tidak sepenuhnya tanpa peluang, tetapi Brighton jauh lebih klinis pada momen pertama. Wasit pertandingan adalah Robert Jones.
Pekan yang sama di Liga Inggris juga menyisakan imbang 1-1 Leeds United lawan Manchester United dan kemenangan tipis Arsenal di City Ground. Tottenham baru kemudian memetik kemenangan liga pertama saat mengalahkan Coventry. Klasemen sementara tetap menempatkan City sebagai yang terdepan.

Bagi Palace, kekalahan 0-5 di Falmer adalah tamparan mental. Mereka harus merapikan organisasi saat kehilangan bola di menit awal, karena tiga gol dalam sepuluh menit hampir selalu menentukan nasib pertandingan. Brighton sebaliknya mendapat bukti bahwa transisi cepat dan bola mati bisa meruntuhkan rival lokal.
Hinshelwood yang masuk di babak kedua menunjukkan kedalaman skuad Hurzeler. Kostoulas, Ayari, dan Gomez memberi variasi penyelesaian: jarak jauh, tembakan pertama, dan tap-in. Kombinasi itu menjelaskan mengapa Brighton punya selisih gol terbaik di antara pengejar City.
Pembaca yang memantau papan atas Eropa bisa membandingkan ritme ini dengan Real Madrid yang menang 4-1 atas Sevilla. Beda kompetisi, pola yang sama: tim yang menyelesaikan peluang di seperempat jam pertama biasanya mengunci tiga poin sebelum lawan sempat bereaksi.
Kesimpulan derby: Brighton 5-0 Crystal Palace, pencetak gol Canvot (bunuh diri), Gomez, Ayari, Kostoulas, dan Hinshelwood. Brighton 16 poin. Palace harus cepat memulihkan kepercayaan sebelum jadwal berikutnya.
American Express Stadium kembali menjadi markas yang sulit bagi tamu. Tiga gol awal membuat sisa pertandingan berjalan di bawah tekanan, dan Palace tidak menemukan jalan kembali. Hurzeler membawa pulang kemenangan terbesar pekan ini di Premier League.
The Guardian mencatat gol bunuh diri Canvot lahir dari tendangan bebas Pascal Gross, bukan dari bola lambung. Tiga menit kemudian Olivier Boscagli mengumpan Diego Gomez di sekitar garis tengah setelah Adam Wharton kehilangan bola. Tembakan Gomez dari sekitar 51 meter melewati Walter Benitez. Guardian menyebut itu gol Premier League dari jarak terjauh sejak Wayne Rooney mencetak gol dari 58 meter untuk Everton lawan West Ham pada November 2017.
Yasin Ayari membuat 3-0 lewat tembakan yang membelok mengenai Canvot, setelah Charalampos Kostoulas memberinya bola dari sisi kanan. Kostoulas sendiri menutup babak awal kedua, sekitar empat menit setelah restart, ketika bola jatuh di depannya usai kerja Gross. Jack Hinshelwood, pengganti Gross, menambah gol kelima dari jarak dekat sekitar enam menit sebelum waktu normal berakhir. Skor 5-0 menyamai rekor kemenangan Brighton atas Palace pada 1956 di Divisi Tiga Selatan.
Brighton terakhir menang atas Palace pada Februari 2024, 4-1 di stadion yang sama saat masih dilatih Roberto De Zerbi. Empat pertemuan berikutnya tidak mereka menangi, sampai malam ini. Pierre Sage, yang menurunkan Honest Ahanor dan Canvot di lini belakang, mengatakan perasaannya setelah laga adalah malu dan meminta maaf kepada pendukung. Fabian Hurzeler berkata ia bangga mengalahkan rival dan merasa menjadi bagian dari sejarah klub.
Jean-Philippe Mateta, yang kembali dari cedera, mengenai mistar saat gawang terbuka. Eddie Nketiah juga gagal memperkecil skor. Susunan Brighton 4-2-3-1 menurut daftar resmi: Bart Verbruggen, Ferdi Kadioglu, Luka Vuskovic, Lewis Dunk, Olivier Boscagli, Pascal Gross, Chema Andres, Diego Gomez, Yasin Ayari, Maxim De Cuyper, dan Kostoulas. Palace 3-4-2-1 dengan Benitez, Canvot, Chris Richards, Ahanor, Anan Khalaili, Adam Wharton, Quinten Timber, Tyrick Mitchell, Daichi Kamada, Yeremy Pino, dan Jorgen Strand Larsen. Wasitnya Robert Jones.
Hinshelwood masuk bersama Georginio Rutter sekitar menit ke-70, menggantikan Gross dan Kostoulas. Lewis Dunk diganti Michael Svoboda pada menit ke-89. Di pihak Palace, Dwight McNeil masuk pada turun minum, Honest Ahanor diganti Jefferson Lerma, sementara Jorgen Strand Larsen dan Yeremy Pino diganti Eddie Nketiah serta Jean-Philippe Mateta. Pergantian itu menjelaskan mengapa gol kelima dicetak pemain yang tidak memulai laga.
