
Indonesian Premier League — Getafe dan Rayo Vallecano berbagi angka 1-1 di Coliseum Alfonso Perez, Senin (19/10/2026), pada pekan kesembilan La Liga. Alvaro Garcia membuka skor untuk Rayo menit ke-11. Martin Satriano menyamakan untuk Getafe menit ke-56. Djene mendapat kartu merah menit ke-28 sehingga tuan rumah bermain dengan sepuluh pemain.
Rayo unggul dari serangan balik. Jorge de Frutos melepaskan Alvaro Garcia, yang menyelesaikan peluang menjadi 0-1. Pada menit ke-24 Sergio Camello menguji David Soria. Keunggulan numerik datang empat menit kemudian. Djene, yang sudah kena kartu kuning pada menit ke-16, mendapat kartu kedua pada menit ke-28 setelah menjatuhkan Alvaro Garcia dari belakang.
Meski kurang satu pemain, Getafe masih menciptakan peluang. Sundulan Enes Unal nyaris menjebol gawang sebelum Emil Audero menyelamatkan. Camello juga melepaskan tembakan yang melambung pada menit ke-40. Babak pertama berakhir dengan Rayo unggul tipis.

Satriano menyamakan menit ke-56 dari umpan silang Francho Serrano. Setelah itu Jose Bordalas tetap menekan meski bermain dengan sepuluh orang. Satriano menguji Audero lagi dari luar kotak pada menit ke-62. Rayo, yang dilatih Beñat San Jose, memasukkan Oscar Valentin dan Pedro Diaz.
Pedro Diaz memaksa Soria bekerja pada menit ke-67 dan hampir mengenai tiang dua menit kemudian. Alvaro Garcia sempat nyaris menggandakan keunggulan setelah umpan dalam dari Valentin, tetapi tembakannya meleset tipis. Skor 1-1 bertahan sampai peluit akhir.
Dani Carvajal masuk susunan pemain Getafe dengan nomor punggung 14. Kepulangannya ke lapangan menjadi catatan tersendiri karena namanya langsung dikaitkan dengan laga ini di laporan Associated Press. Bordalas memakai bek kanan itu di lini belakang empat pemain.
Hasil imbang ini tidak mengubah hirarki puncak La Liga. Barcelona tetap memimpin klasemen dengan rekor yang masih bersih, sementara Real Madrid menang 4-1 atas Sevilla dan naik ke posisi ketiga di belakang Atletico. El Clasico menunggu pada akhir pekan berikutnya.

Bagi Getafe, satu poin dengan sepuluh pemain terasa berharga. Bagi Rayo, dua poin yang hilang setelah unggul dan bermain dengan kelebihan jumlah pemain akan menjadi bahan evaluasi San Jose. Peluang Camello, Lejeune, dan Pedrosa tidak berubah menjadi gol kedua.
Wasit tidak perlu menjadi pusat cerita. Yang menentukan adalah kartu merah Djene dan ketajaman Satriano. Getafe menunjukkan bahwa blok rendah plus satu momen umpan silang masih cukup untuk merebut poin di kandang.
Pembaca Indonesia yang mengikuti La Liga biasanya membuka hasil Madrid dan Barcelona lebih dulu, lalu baru derby-derby kecil seperti Getafe versus Rayo. Padahal laga di Coliseum sering mengubah zona tengah klasemen. Pratinjau PSG versus Barcelona di Liga Champions juga membuat nama La Liga tetap ramai sepanjang pekan.
Kesimpulan: Getafe 1-1 Rayo Vallecano. Garcia menit 11, Satriano menit 56, Djene merah menit 28. Carvajal kembali bermain. Satu poin untuk masing-masing tim pada pekan kesembilan.
Jadwal berikutnya membawa Getafe bertandang ke Athletic Club pada 25 Oktober. Rayo harus mengubah keunggulan jumlah pemain menjadi gol jika ingin naik dari zona tengah. Bordalas sebaliknya punya bukti bahwa skuadnya bisa bertahan dalam tekanan.
LaLiga mencatat Getafe turun 4-4-2 dengan David Soria, Dani Carvajal, Djene, Johan Mojica, J. Ives Valou, Nemanja Gudelj, Kiko Femenia, Mario Martin, Ramon Terrats, Martin Satriano, dan Enes Unal. Rayo 4-2-3-1 di bawah Benat San Jose. Kedua tim masuk laga dengan sembilan poin. Getafe berada di urutan 14 dan Rayo di urutan 13. Hasil 1-1 membuat keduanya naik ke 10 poin.
Djene sudah kena kartu kuning pada menit ke-16. Kartu kedua datang menit ke-28 karena menjatuhkan Alvaro Garcia dari belakang saat pemain Rayo lari ke arah gawang. Itu kartu merah kedua, bukan pelanggaran yang langsung berujung merah pada kartu pertama. Diario AS menulis Carvajal telat menutup umpan datar pada gol menit ke-11, lalu tampil lebih baik di babak kedua. Ia kena kuning pada menit ke-79 karena protes dan diganti Sebastian Boselli satu menit kemudian.
AS juga mencatat expected goals Rayo 2,14 berbanding 0,63 milik Getafe, penguasaan bola 68,1 persen lawan 31,9 persen, serta 21 tembakan lawan 12. Alvaro Garcia menyelesaikan dengan kaki kanan dari umpan Jorge de Frutos. Satriano menyamakan dengan kaki kanan dari umpan silang Francho Serrano. Sundulan Unal pada menit ke-39 mengenai tiang setelah intervensi Emil Audero. Francho masuk menggantikan Kiko pada babak kedua, dan Andres Garcia menggantikan Mario Martin.
Kartu lain diterima Gudelj, Francho, dan Unal untuk Getafe, serta Ivan Balliu dan Pathe Ciss untuk Rayo. Satu poin dengan sepuluh pemain membuat laga di Coliseum terasa seperti hasil yang dicuri Bordalas, sementara Rayo menyesali kelebihan jumlah pemain yang tidak berubah menjadi gol kedua. Carvajal menjalani debutnya sebagai starter nomor 14, bukan sekadar masuk dari bangku.
Kiko Femenia kena kuning pada detik ke-35 karena menarik Sergio Camello. Camello pada menit ke-38 melepas peluang untuk 0-2 ke atas mistar. Setelah istirahat Rayo memasukkan Oscar Valentin dan Pedro Diaz pada menit ke-59, Tsitaishvili pada menit ke-65, serta Alemao pada menit ke-80. Pedro Diaz memaksa David Soria bekerja, tetapi tembakan dari luar kotak tidak mengembalikan keunggulan. Borja Mayoral masuk pada menit ke-87 menggantikan Unal. Getafe menutup laga dengan sepuluh pemain dan tetap membawa satu poin pulang.
