Indonesian Premier League — Bhayangkara Presisi Lampung mengalahkan PSIM Yogyakarta 1-0 pada pekan keenam BRI Super League, Selasa 20 Oktober 2026, di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Moussa Sidibe mencetak gol satu-satunya pada menit ke-59. PSIM bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-27.
Kartu merah Ze Valente turun pada menit ke-27. detikSepakbola menulis bahwa kakinya mengenai kepala Wahyu Subo Seto saat mencoba menghalau bola. Setelah itu Bhayangkara unggul jumlah pemain, tetapi gol baru datang setengah jam kemudian. Sidibe membobol gawang yang dijaga Cahya Supriadi. Skor 1-0 bertahan sampai akhir. Tidak ada gol balasan.
ANTARA dan detik menempatkan Bhayangkara di peringkat empat dengan 10 poin. PSIM berada di peringkat 17 dengan satu poin, di zona merah. Sebelum laga, Bhayangkara punya tujuh poin dari satu menang dan empat seri. Kemenangan ini adalah kemenangan kedua mereka, dengan empat seri dan nol kalah dari enam laga. Gawang mereka kebobolan enam, mencetak sembilan.

Sepuluh lawan sebelas selama lebih dari 60 menit biasanya menghasilkan lebih dari satu gol. Malam di Lampung tidak begitu. Bhayangkara butuh sampai menit ke-59 untuk sekali menembus Supriadi. Setelah itu mereka menjaga 1-0. Bagi PSIM, kartu Valente mengubah rencana. Mereka sudah datang sebagai tim dengan satu poin dari lima laga. Pulang dengan satu poin yang sama, dari enam laga, dan dengan selisih gol yang makin negatif: tiga gol, sebelas kebobolan.
Di atas mereka, Dewa United pada malam yang sama menang 2-0 atas Persijap dan naik ke puncak dengan 14 poin. Persija, yang tidak bermain, tetap 12. Persita 11. Lalu kelompok 10 poin: Bhayangkara, Madura United, dan Persib. Madura dan Persib belum menambah laga. Keduanya 10 poin dari lima pertandingan. Bhayangkara 10 poin dari enam. ANTARA tetap menulis Bhayangkara di urutan empat, di depan dua tim yang angkanya sama tetapi mainnya lebih sedikit.
Persib sendiri baru menang 1-0 atas Persik. Gol Julio Cesar pada laga itu menjaga mereka di kelompok atas sebelum perjalanan ke Madura pada Rabu 22 Oktober pukul 19.00 WIB. Jika Persib menang di Madura, 10 poin mereka menjadi 13 dan bisa melewati Persita serta menempel Persija, tergantung hasil laga lain. Laporan kemenangan atas Persik ada di hasil Persib 1-0 Persik.

PSIM tidak hanya kekurangan angka. Mereka kekurangan pemain di lapangan sejak babak pertama belum usai. Valente keluar, Supriadi tetap kebobolan satu kali, dan tidak ada nama PSIM di papan skor. Untuk tim yang sudah lebih sering kalah daripada seri, malam dengan sepuluh orang di kandang lawan adalah jenis laga yang sulit diambil poinnya. Mereka tidak mengambilnya. Satu poin musim ini tetap satu poin.
Zona merah klasemen saat ini dihuni tiga tim terbawah: Isenmulang dua poin, PSIM satu, Persijap nol. Isenmulang naik dari satu poin menjadi dua setelah imbang 1-1 dengan Java United di Maguwoharjo pada sore yang sama. Persijap kalah 0-2 di Serang dan tetap nol. PSIM ada di antara keduanya. Delapan belas tim, dan tiga tempat terbawah itu yang paling dekat dengan PSIM hari ini.
Klasemen saat Persija masih memimpin, sebelum Dewa menyalip pada Selasa, tercatat di laporan puncak klasemen pekan sebelumnya. Bhayangkara saat itu belum masuk empat besar. Satu gol Sidibe mengubah kalimat itu. Empat besar sekarang, dalam urutan yang dipakai ANTARA, adalah Dewa, Persija, Persita, dan Bhayangkara. Urutan itu bisa bergerak lagi pada Rabu karena Persija, Bali, dan beberapa tim lain masih bermain.
Bali United menjamu Garudayaksa pukul 15.30 WIB. Persija menjamu Arema pukul 19.00. Keduanya tidak melibatkan Bhayangkara, yang sudah selesai dan bisa melihat apakah 10 poin mereka masih cukup untuk tinggal di empat besar setelah malam Rabu. Jika Persija menang, puncak bisa kembali ke Jakarta. Posisi empat Bhayangkara tidak otomatis tergeser oleh hasil Persija, karena jarak poin ke Persita masih satu angka dan Persita tidak bermain.

Wahyu Subo Seto tetap disebut karena dialah pemain yang kepalanya dikena saat Valente diusir. Laporan detik tidak menulis apakah Seto kembali bermain atau harus keluar. Yang pasti tercatat adalah kartu merah, lalu gol Sidibe, lalu peluit dengan skor 1-0. Tidak ada penalti yang disebut. Tidak ada gol kedua. Laga yang sudah miring karena jumlah pemain tetap selesai dengan selisih tipis.
Jadwal pekan kelima, termasuk laga PSIM yang sempat jadi pembicaraan sebelum pekan ini, ada di catatan PSIM vs PSM. Pekan itu sudah lewat. Pekan keenam bagi PSIM berakhir dengan kekalahan di Lampung dan satu pemain kurang sejak menit ke-27. Bagi Bhayangkara, pekan ini berakhir dengan tiga poin dan tempat di empat besar.
Angka yang perlu diingat: menit 27 kartu merah, menit 59 gol Sidibe, skor 1-0, 10 poin, peringkat empat menurut ANTARA dan detik. PSIM satu poin, peringkat 17. Dewa di atas dengan 14. Persija masih 12 dan baru bermain malam ini. Sumpah Pemuda sudah selesai. Klasemen belum selesai sampai laga Rabu dimainkan.
