Lazio Menang 2-1 atas Cagliari dan Puncaki Serie A

Lazio menang 2-1 atas Cagliari pada Minggu 1 November 2026 di Stadio Olimpico, Roma. M’Bala Nzola membuat Cagliari unggul lebih dulu. Gustav Isaksen menyamakan pada babak pertama. Andrea Pinamonti membalikkan kedudukan pada menit 83. Lazio naik ke 28 poin dan memuncaki Serie A sendirian.

Stadio Olimpico di Roma pada 2024
Stadio Olimpico, Roma, 2024. Foto Messapi, CC BY-SA 4.0. Bukan cuplikan laga 2-1.

Lazio masuk ke laga ini dengan 25 poin dari sembilan pertandingan: delapan menang, satu imbang, nol kalah, gol 22-7, selisih +15. Inter juga 25, dari sepuluh laga, dengan selisih +13. Roma 24. Satu kemenangan menaruh Lazio tiga angka di atas Inter, karena Inter tidak bermain pada Minggu. Kekalahan Inter 1-3 dari Milan sudah dikunci pada Sabtu.

Tertinggal, lalu menang

Nzola mencetak gol Cagliari. Isaksen menyamakan sebelum istirahat. Menit dua gol itu tidak dikunci, karena catatan final yang sama-sama menyebut nama pencetaknya tidak semuanya menaruh angka menit yang sama. Yang dikunci adalah urutannya: Cagliari unggul, Lazio menyamai pada babak pertama, lalu Pinamonti pada menit 83. Skor akhir 2-1.

Pinamonti masuk dari bangku dan menutup laga. Gol menit 83 adalah seluruh selisih akhir. Cagliari yang sempat unggul pulang tanpa poin. Lazio yang sempat tertinggal menambah kemenangan kesembilan dari sepuluh laga liga.

Sembilan menang dan satu imbang. Nol kalah dari sepuluh pertandingan. Dua puluh delapan poin. Dua gol di Olimpico menambah jumlah gol dari 22 menjadi 24. Satu gol Cagliari menambah kebobolan dari 7 menjadi 8. Selisih naik dari +15 ke +16.

Dua puluh delapan, sendirian

Inter tetap 25, selisih +13, dari sepuluh laga. Roma tetap 24, selisih +18. Como yang menang 1-0 atas Venezia naik ke 23. Milan tetap 21. Lazio tidak lagi berbagi angka 25 dengan Inter. Tiga poin memisahkan puncak dari peringkat dua. Pertemuan langsung tidak perlu dipakai untuk menentukan siapa yang pertama, karena poinnya sudah berbeda. Head-to-head tidak dicek, dan urutan di situs ini memakai poin, lalu selisih gol, lalu jumlah gol.

Cagliari menjadi main 10, menang 4, imbang 1, kalah 5, gol 9-15, selisih -6, poin 13. Satu gol tandang menambah jumlah gol dari 8 menjadi 9. Dua gol yang kebobolan menambah kebobolan dari 13 menjadi 15. Selisih turun dari -5 ke -6. Poin tetap 13. Di angka 13 sekarang ada Torino dengan selisih -2 dan Genoa dengan selisih -4. Cagliari ada di bawah keduanya karena selisih -6.

Napoli yang kalah 0-2 dari Juventus tetap 14, selisih +4. Bologna tetap 14, selisih +1. Juventus naik ke 17. Tidak satu pun dari angka itu menyentuh 28 milik Lazio. Jarak ke Inter adalah tiga. Jarak ke Roma adalah empat. Jarak ke Como adalah lima.

Yang belum menutup pekan

Sassuolo menjamu Fiorentina pada Selasa dini hari, pukul 00.30 WIB. Atalanta menjamu Parma pukul 02.45 WIB. Dua laga itu adalah sisa giornata kesepuluh. Tidak ada skor. Kemenangan salah satu dari mereka tidak bisa menyentuh 28 poin Lazio pada pekan ini, karena keduanya membawa angka yang jauh di bawah.

Lazio yang nol kalah dari sepuluh laga membawa selisih +16, yang terbesar di papan atas bersama Roma yang +18 tetapi baru 24 poin. Selisih tidak mengalahkan poin. Roma yang selisihnya lebih besar tetap di bawah karena 24 lebih kecil dari 28. Inter yang main sama banyak, sepuluh laga, tertinggal tiga angka dan tertinggal tiga selisih.

Sabtu sudah mengunci Milan 3-1 atas Inter, Roma 5-2 atas Udinese, dan Bologna 2-1 atas Monza. Inter yang kalah di derby itulah yang membuat 25 poin mereka tidak bertambah pada Minggu. Roma yang menang 5-2 tetap 24 karena tidak bermain lagi. Bologna tetap 14. Tiga hasil Sabtu dan lima hasil Minggu adalah seluruh giornata yang sudah final. Dua laga tersisa tidak melibatkan Lazio.

Como menang 1-0, Frosinone menang 2-0, Genoa menang 2-1, dan Juventus menang 2-0 pada hari yang sama. Empat kemenangan itu mengisi peringkat empat sampai tujuh dan peringkat sebelas, bukan peringkat satu. Lazio tidak perlu hasil orang lain untuk memuncaki setelah peluit di Olimpico. Tiga angka dari 2-1 sudah cukup untuk berdiri sendiri.

Cagliari yang 13 dengan selisih -6 berjarak dua poin dari Atalanta yang 11 dan belum bermain. Jika Atalanta menang atas Parma pada Selasa dini hari, 11 menjadi 14 dan mereka melewati Cagliari, Torino, serta Genoa. Jika Atalanta imbang, 11 menjadi 12 dan Cagliari tetap di atas. Hasil itu belum ada. Tiga belas poin Cagliari adalah angka Senin pagi, bukan angka akhir pekan.

Cagliari sepuluh laga, empat menang, satu imbang, lima kalah, sembilan gol, lima belas kebobolan. Satu gol Nzola adalah seluruh penambahan jumlah gol dari 8 ke 9. Dua gol yang kebobolan adalah seluruh penambahan dari 13 ke 15. Tiga belas poin tidak bergerak. Selisih minus enam menaruh mereka di bawah Genoa dan Torino pada angka yang sama. Atalanta yang 11 masih bisa melewati mereka pada Selasa dini hari. Sampai peluit itu, 13 adalah angka Cagliari.

Sepuluh laga, sembilan menang, satu imbang, nol kalah. Dua puluh empat gol, delapan kebobolan. Dua puluh delapan poin. Nzola, Isaksen, Pinamonti menit 83. Skor 2-1. Angka lengkap ada di klasemen Serie A.

Scroll to Top