Persita menang 5-1 atas Persik Kediri pada Sabtu 31 Oktober 2026 di Stadion Brawijaya. Alexandre Ramalingom mencetak dua gol, menit 9 dan 45+3. Pablo Ganet mencetak tiga, termasuk menit 76 dan 90+8. Sergio Castel mencetak gol Persik pada menit 79. Persita naik ke 15 poin. Persik tetap 10, dengan selisih yang jatuh ke -2.

Persita masuk ke laga ini belum terkalahkan dari enam pertandingan: tiga menang, tiga imbang, nol kalah, gol 10-7, selisih +3, 12 poin. Persik punya 10 poin dari tujuh laga: tiga menang, satu imbang, tiga kalah, gol 8-6, selisih +2. Kediri adalah pekan yang belum selesai bagi keduanya. Skor 5-1 menutupnya.
Dua gol, lalu tiga
Ramalingom membuka pada menit 9 dan menggandakan pada menit 45+3. Persita istirahat unggul 2-0. Ganet menambah gol ketiganya pada babak kedua, termasuk lewat tendangan bebas menit 48 yang membelok melewati Husna Al Malik, lalu menit 76, dan menutup pada menit 90+8. Tiga gol itu adalah hat-trick. Castel memperkecil menjadi 5-1 pada menit 79.
Lima gol tamu dan satu gol tuan rumah adalah selisih terbesar pada Sabtu BRI. Arema kalah 1-3, PSM kalah 0-1, Persija kalah 1-2. Tidak ada hasil lain yang menggeser selisih sebanyak empat gol sekaligus. Persita yang sempat +3 menjadi +7. Persik yang sempat +2 menjadi -2. Delapan gol di kolom selisih berpindah arah dalam satu sore.
Persita yang belum kalah
Persita sekarang main 7, menang 4, imbang 3, kalah 0, gol 15-8, selisih +7, poin 15. Mereka satu-satunya tim di tabel ini yang belum punya kekalahan. Tujuh laga, bukan delapan. Mereka masih menyisakan satu pertandingan lebih sedikit daripada Persik, Arema, PSM, dan sebagian besar papan atas.
15 poin menaruh mereka di bawah Bali dan Madura yang 16, di bawah Dewa yang 17, dan di bawah Persija yang 18. Jarak ke puncak tiga angka, dengan satu laga yang belum dimainkan relatif terhadap beberapa tim di atas. Jika dihitung dari pertandingan yang sudah ada, mereka lima besar. Jika dihitung dari laga yang tersisa, mereka punya satu kesempatan tambahan sebelum menyamai jumlah main tim yang sudah delapan kali tampil.
Gol mereka naik dari 10 menjadi 15. Lima gol dalam satu laga adalah separuh dari seluruh gol mereka pada enam laga sebelumnya. Kebobolan naik dari 7 menjadi 8. Satu gol Castel tidak mengubah hasil, tetapi menghentikan clean sheet dan tetap masuk ke kolom kebobolan.
Persik tetap sepuluh, selisihnya tidak
Persik menjadi main 8, menang 3, imbang 1, kalah 4, gol 9-11, selisih -2, poin 10. Poin tidak bertambah karena kekalahan. Java United juga 10 poin, dengan selisih +2 dan gol 10-8 dari delapan laga. Karena selisih Java lebih besar, Java di atas Persik. Sebelum Sabtu, Persik punya selisih +2 yang sama dengan Java dan berada di bawah Java karena jumlah gol yang lebih sedikit, 8 lawan 10. Sekarang selisih Persik lebih buruk, jadi urutannya semakin jelas tanpa perlu membandingkan jumlah gol.
Empat kekalahan dari delapan laga menaruh Persik di separuh bawah papan tengah. Bhayangkara 11 ada di atas mereka. Arema, Borneo, dan PSM 9 ada di bawah. Jarak ke 9 poin hanya satu angka, dan jarak ke 11 juga satu angka. Satu hasil pada pekan berikut menggeser Persik ke atas Bhayangkara atau ke dalam kelompok sembilan.
Delapan gol kebobolan dalam hitungan yang baru, dari 6 menjadi 11, adalah lima gol dalam satu laga. Pertahanan yang sempat kebobolan kurang dari satu gol per laga pada tujuh pertandingan pertama kebobolan lima kali di Brawijaya. Angka 11 kebobolan dari 8 laga sekarang lebih dekat ke tim tengah-bawah daripada ke papan atas.
Papan yang menunggu Minggu
Persita tidak bermain Minggu. Persik juga tidak. Tiga laga yang tersisa bisa mengubah siapa yang ada di sekitar 15 dan 10. Persib 13 menjamu Isenmulang 3 pada pukul 15.30 WIB di Si Jalak Harupat. Kemenangan Persib membuat mereka 16 dan melewati Persita. Kekalahan Persib membuat Isenmulang naik dari 3 dan Persita tetap di atas Persib.
PSIM 2 menjamu Borneo 9 pada jam yang sama. Garudayaksa 5 menjamu PSS 4 pukul 19.00 WIB di Pakansari. Dua laga itu lebih dekat ke zona bawah daripada ke 15 poin Persita. Yang bisa menyentuh Persita pada Minggu hanyalah Persib, dan hanya jika Persib menang.
Lima gol dalam satu laga juga mengubah cara membaca tujuh pertandingan Persita. Enam laga pertama menghasilkan 10 gol. Laga ketujuh menghasilkan 5. Hampir separuh gol musim mereka lahir di Brawijaya dalam satu sore. Tiga di antaranya milik Ganet, dua milik Ramalingom. Castel memastikan tuan rumah tidak ditutup tanpa gol, pada menit 79, ketika skor sudah 4-1 sebelum gol terakhir Ganet pada 90+8.
Persita tetap belum kalah. Persik tetap di 10 dengan selisih yang kini negatif. Brawijaya adalah tempat 5-1 itu. Tidak ada laga susulan bagi keduanya pada Minggu, jadi 15 dan 10 adalah angka yang mereka bawa sampai pekan berikut, kecuali ada perubahan dari laga tim lain di sekitar mereka.
Ramalingom dua gol, Ganet tiga, Castel satu. Skor 5-1. Persita 15 dan belum kalah. Persik 10 dengan selisih -2. Angka lengkap ada di klasemen BRI Super League. Urutan memakai poin, lalu selisih gol, lalu jumlah gol.
