Empat laga BRI Super League pada Sabtu 31 Oktober 2026 sudah final, dan papan klasemen Minggu pagi 1 November berubah di bagian atas maupun tengah. Persija tetap 18 poin. Dewa United naik ke 17. Bali United dan Madura United sama-sama 16. Persita naik ke 15. Tiga laga Minggu siang belum dimulai dan belum masuk angka.

Persija kalah 1-2 dari Dewa United di Stadion Internasional Banten. Kekalahan itu tidak menjatuhkan mereka dari puncak, karena 18 tetap yang terbanyak. Yang berubah adalah isi baris: main 8, menang 6, imbang 0, kalah 2, gol 20-10, selisih +10. Selisih menyusut dari +11. Satu gol yang mereka cetak dan dua gol yang kebobolan adalah seluruh pergerakan angka Persija pada pekan ini.
Dari 14 ke 17, dari 13 ke 16
Dewa United menang di laga yang sama dan menjadi main 8, menang 5, imbang 2, kalah 1, gol 15-12, selisih +3, poin 17. Jarak ke Persija yang pada Sabtu pagi masih tiga angka kini satu angka. Dewa adalah tim terdekat ke puncak, dan mereka sudah selesai bermain pada pekan ini.
Bali United menang 3-1 atas Arema di Kanjuruhan, dengan dua kartu merah untuk Alfeandra Dewangga dan Julian Guevara. Bali menjadi 8 laga, 5-1-2, gol 21-7, selisih +14, 16 poin. Selisih +14 adalah yang terbesar di liga. Madura United menang 1-0 atas PSM di Habibie, Parepare, lewat gol Iran menit ke-7. Madura menjadi 8 laga, 5-1-2, gol 13-10, selisih +3, 16 poin. Poin sama dengan Bali. Selisih yang memisahkan mereka, jadi Bali di atas.
Persita menang 5-1 atas Persik di Brawijaya. Ramalingom dua gol, Ganet tiga, Castel satu untuk Persik. Persita menjadi 7 laga, 4-3-0, gol 15-8, selisih +7, 15 poin. Mereka satu-satunya tim yang belum kalah, dan mereka masih satu laga lebih sedikit daripada sebagian besar tim di atas dan di bawah.
Tiga belas, sepuluh, dan sembilan
Persebaya tidak bermain Sabtu dan tetap 8 laga, 3-4-1, gol 10-7, selisih +3, 13 poin. Persib juga tidak bermain dan tetap 7 laga, 4-1-2, gol 9-6, selisih +3, 13 poin. Jumlah gol Persebaya lebih banyak, jadi Persib di bawah. Keduanya berjarak dua angka dari Persita dan tiga angka dari Bali.
Bhayangkara tetap 11 dari 8 laga. Java United tetap 10, selisih +2, gol 10-8. Persik tetap 10 poin tetapi selisihnya jatuh dari +2 ke -2 setelah kebobolan lima dan mencetak satu. Java di atas Persik karena selisih. Arema tetap 9 poin, selisihnya habis dari +2 menjadi 0, gol 12-12. Borneo tetap 9 dari 6 laga, selisih -1. PSM tetap 9, selisihnya dari -3 menjadi -4, gol 6-10.
Urutan kelompok sembilan adalah Arema, Borneo, PSM. Bukan karena pertemuan langsung. Pertemuan langsung tidak dipakai di tabel ini. Yang dipakai setelah poin adalah selisih gol, lalu jumlah gol.
Bawah yang belum tersentuh
Garudayaksa 5, PSS 4, Isenmulang 3, PSIM 2, Persijap 2. Zona yang dimulai pada peringkat 16 ditempati Isenmulang. PSIM dan Persijap ada di bawahnya dengan 2 poin. Persijap selisih -12, PSIM -8, jadi PSIM di atas Persijap meski poinnya sama. Keduanya sudah atau belum menyamai jumlah laga: PSIM 7, Persijap 8.
Tiga laga Minggu bisa menggeser zona ini dan juga menggeser kelompok 13. Persib menjamu Isenmulang pukul 15.30 WIB di Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. PSIM menjamu Borneo pukul 15.30 WIB di Sultan Agung. Garudayaksa menjamu PSS pukul 19.00 WIB di Pakansari. Tidak ada skor. Persib yang menang sampai 16 dan melewati Persita. Isenmulang yang menang naik dari 3. Borneo yang menang keluar dari 9. PSIM yang menang keluar dari 2.
Lima tim dalam tiga angka
18, 17, 16, 16, 15. Itu Persija, Dewa, Bali, Madura, Persita. Tiga angka memisahkan pemuncak dan tim kelima. Pada Sabtu pagi, Persija 18, Dewa 14, Bali 13, Madura 13, Persita 12. Jarak terlebar di antara mereka sempat enam angka. Empat hasil pada hari yang sama memampatkannya menjadi tiga.
Persija tetap pertama karena tidak ada yang mencapai 19. Dewa kedua karena 17 lebih besar dari 16. Bali ketiga karena selisih +14 mengalahkan +3 milik Madura. Persita kelima karena 15 lebih kecil dari 16 dan lebih besar dari 13. Persebaya keenam, Persib ketujuh, dengan jumlah gol sebagai pemisah di angka 13.
Java United 2-0 atas Bhayangkara dan Persebaya 1-1 atas Persijap pada Jumat tetap di dalam angka Minggu ini. Java 10 dan Bhayangkara 11 tidak berubah pada Sabtu. Persebaya 13 juga tidak. Yang berubah adalah tim yang bermain Sabtu: empat hasil, delapan baris. Persija, Dewa, Bali, Madura, Persita, Persik, Arema, dan PSM. Tim yang cuti membawa angka lama ke tabel baru.
Selisih gol pada papan atas sekarang +10, +3, +14, +3, dan +7. Poin yang rapat membuat selisih itu siap dipakai begitu ada yang imbang angka. Bali sudah memakainya terhadap Madura. Persebaya memakainya terhadap Persib di angka 13, lewat jumlah gol, karena selisih mereka sama-sama +3. Persija belum perlu selisih untuk tetap pertama. Cukup 18.
Angka lengkap, termasuk tim yang tidak disebut panjang di sini, ada di klasemen BRI Super League. Laga Minggu siang belum masuk. Hasil pekan lalu yang sudah final, termasuk Java United 2-0 dan Persebaya 1-1, tetap di baris masing-masing dan tidak dihitung ulang.
