Persik vs Persita, Hari Kickoff Belum Terkunci

Persik Kediri dan Persita adalah salah satu laga yang paling banyak dicari pada pekan kedelapan BRI Super League. Pertandingan itu belum masuk jadwal situs. Harinya belum terkunci, jadi halaman ini tidak menulis Sabtu atau Minggu, tidak menulis jam kickoff, dan tidak menulis skor. Yang sudah terkunci adalah angka keduanya di klasemen Jumat dan apa artinya satu hasil bagi papan tengah.

Dua catatan yang tidak seumur

Persik sudah memainkan tujuh laga: tiga menang, satu seri, tiga kalah, gol 8-6, selisih plus 2, 10 poin. Persita baru enam laga: tiga menang, tiga seri, belum kalah, gol 10-7, selisih plus 3, 12 poin. Dua angka memisahkan mereka, tetapi Persita masih menyimpan satu pertandingan yang belum dimainkan. Bila laga yang belum terkunci harinya itu memang pertandingan ketujuh Persita, selesai imbang saja sudah membuat mereka 13. Selesai menang, mereka 15. Selesai kalah, mereka tetap 12 dan kehilangan catatan tanpa kekalahan.

Persik tidak punya laga simpanan semacam itu. Tujuh pertandingan sudah di punggung. 10 poin adalah hasil yang utuh, bukan angka yang masih menunggu jatah. Java United juga 10 poin, tetapi dari delapan laga, gol 10-8, selisih plus 2. Jumlah gol Java United lebih banyak, jadi di tabel situs mereka berada di atas Persik meski poinnya sama. Satu kemenangan Persik pada laga berikutnya menghasilkan 13 dari delapan laga dan bisa melewati Java United, tergantung selisih setelah gol masuk.

Papan yang mereka injak

Di atas Persita ada empat tim pada 13 poin: Bali United, Persebaya, Persib, dan Madura United. Bali unggul selisih plus 12. Persebaya dan Persib sama-sama plus 3, dengan Persebaya lebih dulu karena sudah delapan laga dan 10 gol, sementara Persib tujuh laga dan 9 gol. Madura plus 2. Di bawah Persik ada Arema dan Borneo serta PSM, ketiganya 9 poin. Arema selisih plus 2 dari gol 11-9. Borneo minus 1 dari enam laga. PSM minus 3 dari gol 6-9.

Bhayangkara ada di 11 poin dari delapan laga, satu angka di atas Java United dan Persik, setelah kalah 0-2 di Jatidiri pada Jumat. Rekor tak terkalahkan mereka berhenti. Delapan laga itu sudah penuh. Mereka tidak bisa menambah angka pada akhir pekan ini kecuali ada jadwal yang belum masuk. Persik, bila menang pada laga yang harinya belum terkunci, pergi ke 13 dan melewati Bhayangkara yang libur di 11.

Persija tetap cerita yang terpisah: 18 poin, enam menang, satu kalah, gol 19-8. Dewa United 14. Jarak Persik ke puncak adalah delapan angka dengan laga yang tidak selalu sama jumlahnya. Mengejar 18 dalam satu pertandingan tidak mungkin. Yang bisa dikejar dalam satu pertandingan adalah 12 milik Persita dan 13 milik kelompok di atasnya, itu pun hanya bila lawan-lawan itu tidak menambah poin pada hari yang sama.

Kenapa harinya tidak ditulis

Sebagian jadwal menaruh Persik lawan Persita pada Sabtu 15.30 di Stadion Brawijaya. Sebagian lain menaruh laga yang sama pada Minggu 15.30. Dua keterangan itu tidak bertemu, jadi situs tidak memilih salah satu lalu mengarang yang lain salah. Memilih Sabtu berarti mengajak pembaca ke stadion pada hari yang mungkin sepi. Memilih Minggu melakukan kesalahan yang sama pada arah sebaliknya. Sampai hari dan jamnya satu, baris pertandingan ini kosong di jadwal.

Laga yang sudah satu keterangannya tetap tampil. Sabtu 15.30: PSM menjamu Madura di Gelora B.J. Habibie, Arema menjamu Bali di Kanjuruhan. Sabtu 19.00: Dewa United menjamu Persija di Stadion Internasional Banten. Minggu 15.30: Persib menjamu Isenmulang di Si Jalak Harupat, PSIM menjamu Borneo. Minggu 19.00: Garudayaksa menjamu PSS di Pakansari. Persik dan Persita tidak ada di deretan itu.

Yang tetap bisa dihitung

Tanpa hari yang pasti, akibat angkanya tetap bisa dihitung. Tiga poin untuk Persik membuat mereka 13 dari delapan laga, selisih sekurang-kurangnya plus 3 bila menang satu gol. Itu cukup untuk duduk di kelompok 13, lalu urutannya tergantung selisih lawan Bali, Persebaya, Persib, dan Madura setelah akhir pekan mereka sendiri selesai. Tiga poin untuk Persita membuat mereka 15 dari tujuh laga, di atas Dewa yang 14 bila Dewa tidak menang pada Sabtu malam. Satu poin untuk masing-masing, lewat hasil imbang, membuat Persita 13 dan Persik 11. Nol poin bagi Persik membuat 10 tetap 10 dari delapan laga dan catatan tiga kekalahan menjadi empat.

Di sekitar mereka, akhir pekan tetap berjalan tanpa menunggu hari yang belum terkunci. Sore Sabtu menggeser Arema, Bali, PSM, dan Madura. Malam menggeser Dewa United dan Persija. Minggu siang menggeser Persib dan Isenmulang, lalu PSIM dan Borneo. Malam Minggu menggeser Garudayaksa dan PSS. Persik dan Persita bisa saja jatuh di salah satu slot itu, atau di luar slot itu. Sampai keterangannya satu, nama mereka tidak ditulis di daftar jam.

Persita yang belum kalah dalam enam laga punya sesuatu yang Persik tidak punya: nol pada kolom kalah. Tiga seri di dalamnya berarti mereka sering membagi angka, bukan selalu menang. Catatan tanpa kekalahan bisa berhenti pada laga ini, atau bertambah menjadi tujuh. Keduanya sah. Yang tidak sah adalah menulis seolah hasilnya sudah ada.

Tabel yang menjadi dasar hitungan ini ada di klasemen BRI Super League. Begitu hari Persik lawan Persita terkunci dan kemudian final, baris mereka baru digeser. Sampai hari itu, 10 dan 12 adalah angka yang berlaku.

Scroll to Top